A. Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini

Usia lahir sampai memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan (Golden Age) sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan manusia, yang akan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Layanan pendidikan bagi anak usia dini merupakan bagian dari pencapaian tujuan pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam UU Sistem Pendidikan Nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia  yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pendidikan bagi anak usia dini adalah ”pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak”. (Depag RI, 2003: 1)

Oleh karena itu, Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan jamak, dan kecerdasan spiritual.

Sesuai dengan keunikan dan pertumbuhan anak usia dini maka, penyelenggaraan pendidikan bagi anak usia dini disesaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Hal ini sesuai dengan ruang lingkup kurikulum RA bahwa pembelajaran meliputi  berbagai aspek perkembangan anak, yaitu ”pemahaman nilai-nilai moral dan agama, sosial, emosi, kemandirian, bahasa,kognitif, fisik motorik, dan seni yang berlandaskan ajaran Islam”.(Depag RI, 2005 : 6)
B. Hakikat Pembelajaran Anak Usia Dini

Pembelajaran  adalah proses interaksi  peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan  pengetahuan, penguasaan  kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (http//: Wikipedia.com)

Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang  manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda.

Dalam konteks pendidikanguru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor)
seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.

Proses pembelajaran bagi anak usia dini merupakan proses interaksi antara anak, sumber belajar dan pendidik dalam suatu lingkungan belajar tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Depag RI, 2003 : 2)

Karakteristik anak usia dini adalah aktif melakukan berbagai eksplorasi dalam kegiatan bermain, maka sesuai dengan karakteristik tersebut proses pembelajarannya ditekankan pada aktivitas dalam bentuk belajar sambil bermain yang menekankan pada pengemangan potensi di bidang fisik, intelegensi, sosial-emosional bahasa dan komunikasi menjadi kompetensi/kemampuan yang secara aktual dimiliki anak.

Sumber :

Depag. RI . 2003. Kompetensi Dasa Raudlatul Athfal. Jakarta :  Dirjend Kelembagaan Agama Islam.

_______ . 2005. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Raudlatul Athfal. Jakarta :  Dirjend Kelembagaan Agama Islam Direktorat Madrasah   dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum.

http//: Wikipedia.com)

About these ads